Rabu, 09 Juni 2010

gendjer-gendjer di persoalkan

TEMPO Interaktif, Surakarta - Sebuah stasiun radio di Surakarta didatangi puluhan anggota Corp Hizbullah Divisi Sunan Bonang. Mereka menilai radio ini sengaja menghidupkan semangat komunisme karena memutar lagu Genjer-Genjer.

Puluhan orang yang mengenakan seragam ala militer dan penutup muka tersebut menuntut manajemen radio meminta maaf kepada masyarakat. Anggota Corp Hizbullah berbaris di halaman kantor radio, komandan corp Yanny Rusmanto menemui pimpinan radio.

“Kami berharap manajemen Solo Radio bersedia membuat surat permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada umat Islam,” kata Yanny Rusmanto. Menurut dia, lagu Genjer-Genjer merupakan lagu yang sering digunakan oleh Partai Komunis Indonesia. “Pemutaran lagu tersebut membuka luka lama masyarakat,” katanya.

Yanny mengakui lagu tersebut sebenarnya merupakan lagu rakyat yang telah ada sebelum PKI lahir. Selain itu, tidak ada muatan komunisme dalam syair yang terdapat dalam lagu yang dipopulerkan oleh artis Lilis Suryani tersebut. “Namun, akhirnya digunakan kelompok komunis,” katanya.

Juru bicara Solo Radio, Akbar Badres, menyatakan kesiapannya untuk membuat surat permintaan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui khilaf telah memutar lagu tersebut pada Jumat (11/9) lalu. “Namun, bukan maksud kami untuk menghidupkan kembali komunisme,” kata Akbar. Lagu tersebut didapatkan oleh penyiar dari mengunduh dalam salah satu situs di Internet.

Sedangkan Koordinator Produser Solo Radio, Dwi Puspita, menceritakan lagu tersebut memang diputar dalam sebuah acara kuis penghantar makan sahur. “Dalam kuis kami memutar beberapa soundtrack film, khususnya film lama,” kata Puspita.

Bersama lagu Genjer-Genjer tersebut operator juga memutar beberapa soundtrack film Oshin dan The A Team. Sedangkan lagu Genjer-Genjer digunakan sebagai soundtrack film Gie, sebuah film yang diputar di berbagai gedung bioskop beberapa waktu lalu.


Inilah syair lengkap Genjer-Genjer yang ditulis Muhammad Arif:

Gendjer-gendjer nong kedo'an pating keleler
Gendjer-gendjer nong kedo'an pating keleler
Ema'e thole teko-teko mbubuti gendjer
Ema'e thole teko-teko mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing toleh-toleh
Gendjer-gendjer saiki wis digowo mulih

Gendjer-gendjer esuk-esuk didol neng pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk didol neng pasar
Didjejer-djejer diuntingi podo didasar
Didjejer-djejer diuntingi podo didasar
Ema'e djebeng podo tuku gowo welasar
Gendjer-gendjer saiki wis arep diolah

Artinya :
Genjer-genjer ada di lahan berhamparan
Genjer-genjer ada di lahan berhamparan
Ibunya anak-anak datang mencabuti genjer
ibunya anak-anak datang mencabuti genjer
Dapat sebakul dipilih yang muda-muda
Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang

Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Emaknya jebeng beli genjer dimasukkan dalam tas
Genjer-genjer sekarang akan dimasak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar